Breaking News

Tugaz Kampuz

Aneh dan Unik

Fotografi

Lucu [LOL]

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Story for Mom



            Aku adalah mahasiswa baru yang baru setahun masuk dah sekarang lagi ada Ujian Semester.Aku yang selalu hidup bersantai santai dan mulai jarang pulang rumah bermain dengan teman sampai tak kenal waktu sehingga membuat ibu selalu cemas dan khawatir. Hidupku saat ini sungguh anak muda jaman sekarang banget. Ibu hanya dianggap sepele seperti pembantu saja.Berangkat kuliah pulang malem, hari libur tidak ada dirumah kelayapan kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Yah begitulah…
***
Kemuadian, disiang yang cerah saat di ruang kampus aku duduk termenung sendiri menunggu matkul berikutnya. Tiba – tiba datang seseorang mengagetkan aku dengan membawa kabar duka, yaitu Dewi teman sekelas ku sekaligus tetangga ku juga. “Rama.. Rama.. Ibumu.. Ibumu..” Berbicara dengan nafas yang tersenggal- senggal karena habis berlarian menghapiriku.  “ Iya.. iya.. ada apa dengan ibu ku??” Tanyaku bingun dan khawatir. “ Itu.. Ibumu kecelakaan..” “Apa…?? yang benar kamu Wi???” Tanyaku terkejut. “Iya beneran, Barusan aku di telpon Ibuku dirumah suruh ngasih kabar ke kamu!!!” “Apa..” Mataku terbelalak mendengar itu.
Bagai petir yang menyambar pohon yang rapuh, dah pohon itu pun tumbang. Seperti itulah perasaanan ku saat itu, tak karuan bingung harus melakukan apa dan tanpa pikir panjang lagi ku dengan secepat kilat pulang menuju rumah tak peduli walau itu masih ada jam kuliah yang harus aku ikuti karena adanya Ujian Semester.
            Setelah ku berlari dari kampus yang tak jauh dari rumah dan akhirnya sampai, dan dirumah kulihat banyak orang berkumpul dirumah ku, sehingga membuat ku khawatir dan tak tenang. Ku berhenti sejenak dan mulai berpikir negative akan apa yang terjadi pada ibu ku, seakan ku kehilangan sesuatu yang berharga di dunia ini, dan mulai ku melangkah perlahan lahaan untuk memastikan bahwa itu tidak benar, tapi sebelum sampai masuk rumah dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, tubuh ini serasa ringan tapi begitu berat untuk ku terus melangkah, dan mendengar suara samar samar orang yang lagi berbicara tapi setelah itu sudah tak terdengar lagi seakan ku mulai terputus dengan dunia ini.
***
            Setelah beberapa menit aku pingsan tepat di depan rumah dan dibawah masuk oleh warga, ku mulai sadarkan diri lagi dan melihat Dewi disamping ku menemaniku dari tadi. “Aku dimana ini???” Tanya ku pada Dewi. “Di rumah mu Rama, di kamarmu ini..” jawab Dewi lirih. “Oh iya, dimana ibuku?? Gimana kadaan Ibuku?? Aku harus menemuinya!!!” sambil berdiri dan menuju pintu, tapi secepat aku berdiri secepat pula Dewi meraih tangan ku dan menarikku untuk duduk dan menenangkan diri dulu, tapi karena aku sudah sangat khawatir akan keadaan Ibu akau tetap memaksa untuk keluar kamar dan menemuinya, dan saat ku membuka pintu kulihat sesosok tubuh yang di balut oleh kafan putih dan tertutupi oleh selendang batik, sontak aku langsung membuka penutup itu dan… Aku pun tak sadarkan diri lagi setelah melihat wajah Ibunya yang sudah tak bernyawa lagi. Diwaktu yang sama Ayah ku juga baru sampai rumah yang juga tergesa-gesa pulang mendengar kabar duka tersebut, karena tempat kerja Ayah ku jauh jadi agak lama untuk menuju kerumah, sedangkan aku dibawah masuk lagi kekamar karena belum sadarkan diri juga.
            Di saat aku pingsan pemakamanpun mulai dilanjutkan lagi, karena Ayah sudah datang beserta sanak keluarga yang sudah menunggu dari tadi, dank arena sudah di mandikan sebelumnya jadi tinggal untuk di sholatkan dan segera untuk di makamkan.
***
            Kali ini pingsan ku lebih lama dibandingkan yang pertama tadi, ku baru sadar kembali setelah beberapa jam setelah kejadian itu. Saat itu pemakaman sudah kelar semua dan warga sekitar beserta saudara sedang mengadakan tahlilan untuk Ibuku, karena sudah tradisi di desa ini, apabila ada orang yang meninggal aka nada tahlilah atau selamatan bagi si almarhun.
            Setelah ku tersadar, ku coba untuk duduk dan merenungkan apa yang sudah menimpa ku hari ini, ku benar benar kehilangan seseorang yang paling berharga di dunia ini, seseorang yang selalu ada di setiap jalan hidup ku sampai saat ini, yang selalu sabar dengan semua tingkah lakuku yang sering menyusahkannya dan sekarang sudah tiada.
            Ku sedih dan meneteskan air mata yang sebelumnya tak pernah ku lakukan karena ada masalah, tapi ini benar – benar meremukkan hati dan jiwa raga ini. Tiba – tiba ku mendengar suara lirih untuk menguatkan aku. “ Rama.. kamu yang sabar yah, semua ini pasti ada hikmahnya.. jadi janganlah kamu menyesali semua ini, semua yang hidup pasti akan mati dan kembali ke Rabbnya..” bujuk Dewi agar ku sedikit tenang, tapi ku masih termenug dan terdiam menyesali semua ini. “Dewi apakah ini hukuman bagiku karena telah menyusahkan dan mengecewakan Ibuku??” Tanya ku sambil menahan air mata yang tak kunjung berhenti ini. “Hm.. Jangan berpikiran beitu Rama, mungkin ini sedah takdir Ibumu dan cobaan bagimu Rama.. jadi tetep bersabarlah..”. “Tapi mengapa harus Ibuku..???” Dengan ekspresi tidak terima dengan semua ini. “Tenaglah Rama.. Sabar..” Dewi mencoba menenankan ku. “Sabar bagaimana.. Melihat Ibuku yang tidak salah apa – apa harus mengalami kejadiaan ini.. Mengapa Dew.. Mengapa??? Tolong Dew, Citakan pada ku kejadiannya, ku ingin tahu..” pintaku ke Dewi untuk mengetahui kenapa sampai ini terjadi.
Dan akhirnya Dewi pun menceritakannya,  “ Begini Rama.. kau tahu hari ini hari apa??.. ini adalah hari ulang tahunmukan.. Mungkin tidak begitu banyak orang yang mengetahuinya, tapi Ibumu selalu mengingatnya Rama..”. “Trus apa hubungannya dengan kejadian ini???” tanyaku penasaran. “Tadi ku sempat dengar cerita dari ibuku.. Ibumu tadi pagi begitu semangat untuk merayakan Ultahmu, Ibumu keluar rumah untuk kepasar membeli bahan – bahan buat nasi kuning kesukaanmu, pas di jalan ibuku bertemu dengan Ibumu dan meyapanya tapi saking senang dan semangtnya sampai sampai tak mendengar sapaan ibuku pagi tadi, padahal biasanya Ibumu selalu menyahutnya apabila ada yang menyapanya tapi kali ini memang sungguh aneh.. tapi pada akhirnya Ibumu dan Ibuku jalan bersama untuk kepasar dan mengobrol. Dan Ibuku sempat bertanya pada Ibumu “ Bu.. tumben nih hari beda dari biasanya..lebih bagaimana gitu???” Tanya Ibu Dewi. “ Beda gimana Ibu?? Biasa saja ini.. Cuman saya lagi senang saja karena ini hari Ultah anakku, tadi pagi sebelum berangkat kuliah dia ingin minta di bikinin Nasi Kuning kesukaanya Bu..” jawab Ibuku. “Oh bgtu ya Bu.. Ada – ada saja Rama itu.. (Sambil tersenyum) .. Ada yang bisa saya bantu Bu??” “Oh trima kasih Bu… tapi saya bisa tangani sendiri kok Bu..”. “Oh bgtu ya Bu..”. Kemudian mereka pun pulang bersama karena bahan yang di beli serasa sudah cukup.”
            “Sesampainya dirumah Ibumu langsung masuk rumah dan mulai memasak, tapi tak tahu kenapa Ibumu keluar lagi dengan tergesa-gesa. “Lho Bu mau kemana lagi..??” Tanya Ibu Dewi yaag baru mau masuk rumah. “Itu ada yang kurang Bu, ini mau balik lagi ke pasar beli bahan yang kuran itu..” jawab Ibuku sambil tersenyum. Dan tiba – tiba terjadilah tragedi itu. “CIIITTTTT…. BRUUAAKKKK…” Suara mobil yang oleng, da pada saat itu Ibu mu yang baru saja keluar rumah lalu mulai berjalan di tabrak oleh mobil yang oleng tadi, penyebabnya karena mobil itu bannya pecah.. kejadiaanya sangat cepat jadi Ibuku tak sempat memperhatikan itu.. dan yang sangat disesalkan Ibuku saat itu adalah Ibumu tak sempat di selamatkan karena pendarahan yang cukup parah di  kepala sehingga meniggal di tempat..”.
            Setelah mendengar kejadian itu ku mulai menangis lagi dan lebih parah sebelumnya, tangisan ini lebih berat dan menyakitkan hati sampai air mata ini tak dapat lagi di keluarkan.Dan saat itu pulalah ku berdoa dan meminta serta berjanji pada Allah dalam hati.. “Ya Allah.. maafkan lah hambamu ini, ampunilah dosa hambamu ini yang selalu mengecawakan dan menyusahkan Ibu hambamu ini.. Aku berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi, lebih berbakti lagi kepada Ibu Ya Allah, Hambamu mohon janganlah Engkau ambil Ibu, kembalikan Ibu Ya Allah..”…
***
            Tiba – tiba ku mendengar suara yang cukup keras tepat di telingaku,sehingga membuatku terkejut kaget mendengarnya. Dan akhirnya aku terbangun dan tersadar bahwa aku sedang di bangunkan oleh Dosen yang galak, karena aku tertidur dan tak bangun di atas bangku. Sontak ku bangun dan terdiam karena di omeli Dosen tersebut, dan setelah itu Ujian Semester di lanjutkan lagi. Tapi ada perasaanku yang masih mengganjal di pikiranku, tapi masih begitu samar – samar karena masih kaget karena suara Dosen tadi yang cetar membahana itu.
            Dan akhirnya ku Ujian selesai dan ku ketemu dewi saat keluar kelas, saat itulah tiba – tiba saja air mata ku menetes entah kenapa dan mulai mengingat mimpi yang seperti kenyataan itu tadi.Dan akupu segera ulang untuk memastikan mimpi itu benar atau salah. Dan sesampainya dirumah aku benar – benar bersyukur melihat ibuku masih sehat – sehat saja sedang memasak di dapur, kemudia ku peluk Ibu dan meminta maaf padanya karena kelakuanku akhir – akhir ini.
            Mimpi itu benar – benar jadi pelajaran buat ku bahwa Ibu adalah seseorang yang sangat berharga dan tak tergantikan oleh apapun. Mulai saat itu aku merubah gaya hidupku yang berantakan dan terkesan ugal – ugalan menjadi lebih baik.
By : Pengembara Tanpa Arah / Bocah Lali Omah
Read more ...

Kamis, 20 September 2012

For Love (Jilid 1 - Pertemuan itu)


For Love
Suatu hari di pagi yang cerah, seperti biasa ku mulai berjalan menuju sekolahku yang tak jauh dari rumah.Dengan di temani sahabat karib ku yang selalu ada untukku saat ku bosan.Kenapa ku bilang begitu, karena sahabat ku ini anaknya lucu dan menghibur dengan celotehannya dan agak konyol.Kau tahu namanya.. Joe, anak kelas 3 di SMK Titik Jurusan IT.
          Hari Ku pun dimulai saat itu..
Joe      : Hoiii… knp muka lu musam begitu, cerialah sedikit bro.. ini kan hari jumat n bsog hari sabtu n bsognya hari minggu dech.. hehehehe... (sambil menepuk-nepuk pundakku dan Ku tetap terdiam).
          Oia, nama ku Rama yang sekarang kelas 3 di SMK Titik Jurusan Otomotif.Yah begitulah hari-hariku yang begitu membosankan, brangkat sekolah pulang tidur bangun dan begitulah seterusnya.Sampai ku bertemu seseorang yang merubah hidup ku.
          Di pertengahan jalan ku dan Joe bertemu seorang cew yang lagi kebingungan dan Joe mengajak Ku untuk menhampirinya.
Joe      : Oi oi Ram, ada cew cantik yang lagi bengong tuh (sambil menunjuk ke arah cew itu).
Rama   : Haa.. (lagi g ngeh).
Joe      : Itu itu Ram.. cew.. (geregetan liat rama n memukul kepalanya).
Rama   : Aduh… ngapain sih lu, sakit tau.. (sambil memegangi kepalanya).
Joe      : Lha lu di ajakin ngomong diem mulu.. sebelkan jadinya gua.. tut u da cew cakep.. kliatannya lagi kebingunga tuh.. kita bantuin yuk.. hehehe.. (ngajakin Ku ke anak tersebut)
Rama   : Ya.. ya.. (terpaksa).
          Akhirnya pun mereka mendekati cew tersebut dan mulai menanyakan apa yang membuat dia kebingungan.
Joe      : Hai cew.. ge ngapain ni.. kok diem ja?.. (sambil meringis g jelaz).
Rama   : … (hannya terdiam dan memperhatikan)
Cew     : … (terlihat ketakutan melihat Joe yang seperti itu).
Joe      : Oiii kok diam ja sih, da yang bisa kami bantu?.. (tetap samabil meringis g jelaz).
Cew     : … em.. anu… (pengen bicara tapi kalah dengan rasa takutnya, jadi bingung mau ngomong pa).
Joe      : Anu apa dik, hehehe.. (Pikiran sdikit ngeres).
          Pletakkk.. (suara jitakan Ku ke kepala Joe).
Joe      : Hoii pa yang lu lakuin sih, skit tahu.. da pa sih.. (kebingungan sambil ngelihatin Ku).
Rama   : Lu kalo ngomong ma cew tu yang beberan dikit napa.. Kuplak..
Cew     : … (tetep terdiam dan melihat Ku dan Joe adu pendapat).
Rama   : Emm.. dik ada yang bisa kami bantu dik, sudah hamper jam 7 lho… (berbicara dengan lembut tapi masih sedikit cuek).
Cew     : Emm.. anu.. aku lupa bawa dasi dan sabuk, jadi ku bingung mau masuk apa tidak kak. (menjawab dengan malu-malu).
Rama   : Owh masalah itu toh, nih pakek punya ku.. (sambil mencopot dasi dan sabuknya).
Cew     : Tapi..
Rama   : Sudah gua g papa, pakek aja.. lu anak siswa baru kan. Gua dah kelas 3, jadi tenang ja, tapi lok lu jangan dah, karena lu cew n masih baru disini.. nih.. (sambil memberikan kepada cew itu).
Joe      : Iya pakek ja g papa… mumpung temenku ni lagi baik.. hehehe.. (ketawa geje sambil ngelihat ke arah ku).
Cew     : Em.. Baiklah lok gtu, aku pakai ya kak, sepulang sekolah aku kembaliin. Terima kasih kak. (sambil tersenyum ka arah Ku dan Joe dan berlari memasuki gerbang sekolah).
Joe      : Sama – sama… (tersenyum ke arah cew itu dan melambaikan tangannya).
Rama   : hoi hoi.. ayo kita masuk juga, ntar terlambat kita.. (sambil meningalkan Joe di blakang)
Joe      : (karena Joe masih kesemsem dengan cew itu, Joe tidak sadar kalau dia telah di tinggal  oleh Ku).. Lho kemana Rama, kok sudah tida ada… wah sialan, lagi-lagi dia ninggalin aku.. awas y lo ketemu nanti… (geram sambil mengepalkan tangannya).. grrr…
          Dan akhirnya Ku dan Joe memasuki sekolah dan tanpa sadar mereka melupakan suatu hal yang penting, yaitu nama cew tersebut.Tapi hari-hariku baru dimulai dari sini.
Walaupun pertemuan yang secara kebetulan dan tak pernah diharapkan, tapi inilah kenyataannya. Dan jam pelajaranpun berbunyi menandakan semua siswa harus memasuki kelasnya masing – masing.Walaupun Ku dan Joe berbeda kelas kita selalu bersama, ku tak tahu kenapa dan bagai mana ceritanya tapi inilah takdirku bersahabat dengan Joe.
Dan satu hal lagi, karena dasi dan sabukku ku pinjamkan cew tadi, ku jaadi di hukum berdiri di depan kelas.Fuh sungguh menyedihkan.Dan pelajaranpun di mulai.
…….
          “ding ding ding ding”  Jam istirahat pun berbunyi, Ku janjian seperti biasa di kantin untuk makan bersama.Dan sesampainya di kantin.
Joe      : Hoiii Ram.. yug dah makan, ku dah laper ni.. lu mau pesen apa, gua pesenin dah .. tapi tetep bayar sendiri-sendiri… hehehe..
Rama   : Ya ya.. gua bakso aja dah.. (sambil memberikan uang ke Joe).
Joe      : Wokey buosss.. (secepat kilat dia pergi untuk memesan makanan).
Rama   : (mencari tempat duduk, dan tanpa sadar dia bertemu dengan cew tadi pagi).. O… kamu cew yang tadi pagi itu kan.. boleh ku duduk disini, karena tempat lain sudah penuh ni.. g papa kan.. (bicara sambil sedikit tersenyum ke arahnya).
Cew     : Oh iya silakan kak.. (menjawab sambil malu-malu trus melanjutkan makannya).
          Dan tak lama kemudian Joe datang sambil membawa makanan yang di pesannya tadi.
Joe      : Wah.. wah.. lu dah mulai brani ya deket-deket ma cew.. hehehe.. (bicara dengan nada megejek kea rah Ku)..
Rama   : Apa sih lu, mau gua jitak lu.. sini-sini pesenan gua.. (sambil mngambil pesanan ku yang di bawa Joe dan mulai memakannya).
Joe      : Bismillah… ayo makan… hehehe..
          Stelah makan kami duduk-duduk dulu untuk menurunkan makanan yang habis dimakan sambil minum dan ngobrol sedikit.Dan tiba-tiba ada minuman yang tumpah kearah ku.
Rama   : Waduh.. sial ni hari.. (Memasang muka musam).
Cew     : Aduh maaf kak maaf, ku g sengaja kak. Tadi mau kuangkat eh malah jatuh karena tangan ku licin kan, maaf kak maaf.. (sambil membersihkan minumannya yang mengenai bajuku).
Joe      : Hehehe.. Biarin saja deh dik.. (ketawa g jellaz kea rah ku).
Rama   : Hehe.. sudah g papa kok dik.. (tersenyum ke arah cew itu).
Cew     : Sekali lagi maaf ya kak, ku g da maksud untuk ini kak, maaf kak.. (dengan wajah merasa bersalah).
          Tiba-tiba jam masuk kelas sudah berbunyi. Para siswa yang brada di kantin pada kembali kekelasnya masin-masing termasuk aku, Joe dan cew itu.
Cew     : … (masih meminta maaf kepada ku).
Rama   : Sudahlah dik g papa, mending lu balik ja ke kelas sana, nanti di marahin gurunya lho.. (sambil menjauh dari cew itu)
Joe      : Yo’i dik.. biarin ja dah dik g papa, mending lu balik kekelas sana, kita juga mau balik.
Cew     : … (dengan berat hati dia mulai meninggalkan aku dan Joe)
Joe      : Yug dah balik.. lu ke kamar mandi dulu sana, bersihin tu baju lu yang kayag ayam ke jebur got itu.. hahahahaha… (ketawa kegirangan).
Rama   : Fuh.. (berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan bajunya dan kemudian balik ke kelaz).
          Dan kelaspun dimulai lagi.
          ………
          Kringggkkkkk… Jam pulang pun berbunyi dan kupun merapikan buku-buku ku dan beranjak meninggalkan kelas, dan Joe sudah menunggu ku di depan kelas kemudian kami pulang bersama.Tapi saat mau keluar gerbang cew tadi pagi menunggu kami di gerbang dan kami pun menghampirinya karena sudah ada janji tadi pagi mau mngembalikan dasi dan sabukku.
Joe      : Hoiii.. da pa dik… (bertanya  tanpa basa basi dulu).
Cew     : Em.. anu.. ku mau mengembalikan ini… (sambil mengembalikan dasi dan sabukku).
Rama   : Owh.. iy.. (menerimanya dengan wajah yang cuek sepeti biasa)
Cew     : Em.. Trima kasi banyak kak n ku juga sangat menyesal masalah td pas istirahat kak.. (menundukkan kepala sambil meminta maaf).
Rama   : Owh.. iy.. g papa kok..
Joe      : Owh iya, dari tadi ku penasaran ma lu, tapi apa ya.. (lagi berpikir dan kebingungan)..
Cew     : Ah iy.. maaf, sekali lagi maaf.. ku belum memperkenalkan nama ku.. nama ku Angel.
          Angel adalah musid baru di SMK Titik kelas 1 Jurusan Tata Boga, baru seminggu memulai pelajaran di sekolah.Jadi dia belum begitu terbiasa dengan sekolah baru.
Joe      : Oh iya.. nama lu.. Gua Joe n ini Rama (sambil merangkulku). Salam kenal dik.. Lok da yang mau di bantu cari kami saja, kami siap membantu kok. Jangan sungkan – sungkan.. hehehe.. (menawarkan diri ke Angel dengan senyum-senyum g jelaz seperti biasa).
Rama   : Hoii hoi.. apa-apa an sih lu.. (berbisik ke Joe)
Joe      : sudah lah sob, kita kan ga lama lagi udah lulus, paling ndag kita meninggalkan kesan baik di sekolah.. (menasehati ku sambil tertawa).
Rama   : Fuh.. (pasrah)..
Angel   : Oh iya kak.. Trima kasih atas bantuannya ya kak.. Kapan-kapan kita makan bareng yuk kak, ku yang traktir sebagai ucapan terimakasih ku n permintaan maaf ku ke kakak.. mau kan kak.. (memohon)..
Rama   : Em.. g usahlah dik,g usah repot-repot gitu.. ku g papa kok..
Angel   : Hm.. gitu ya kak.. (sedih mendengan ucapanku tadi).
Joe      : Woiii Ram.. kapan lagi makan gratisss.. (berbisik kepada ku).. Eh dik ayo ayo.. kapan n dimana..?..hehehe..
Angel   : Beneran kak.. emm.. nanti aku kabari lagi kan, boleh minta no telpon kakak.. nanti ku hubungin kakak. Bagaimana.. (senang).
Joe      : Owh oke oke.. nih ku kasih no Hp Rama ja ya, soalnya Hp ku lagi eror.. hehehe.. (sambil menunjukkan no Ku ke Angel)..
Rama   : Fuh.. aku lagi yang kena.. (pasrah)..
Angel   : makasih ya kak.. ya dah ku balik duluan ya kak.. karena ku harus segera pulang.. Assalamualaikum kak.. (sambil bejalan pulang meninggalkan kami)
          Kemudian kami pun juga melanjutkan perjalanan pulang sambil mengobrol tentang Angel di setiap jalan menuju rumah.Sesampainya di rumah ku langsung mandi karena sudah sore lalu tiduran di kamar dan tanpa sadar ku mulai memkirkan Angel.
          Padahal yang sebelum sebelumnya ku tak pernah memikirkan seseorang apalagi itu seorang cew.
          Semua ini akan berlanjut, dan terus berlanjut hingga hari itu tiba. Jilid 2 adalah “Kenangan”…
Read more ...

Selasa, 18 September 2012

Tulisan untuk ku kenang

...
Ku menulis karena ku ingin menyimpan semua kenangan yang telah ada sebelumnya dan mengingatnya, agar suatu hari nanti ketika ku sudah tiada kan tetap ada dan akan di kenang oleh orang yang mengingat akan diriku.
Aku hannyalah manusia biasa yang juga selalu melakukan kesalahan, karena manusia itu tak ada yang sempurna.Kesempurnaan itu hannya milik Allah semata.
Read more ...

Motivasi

Astronomi

Designed By Published.. Blogger Templates