Breaking News

Tugaz Kampuz

Aneh dan Unik

Fotografi

Lucu [LOL]

Tampilkan postingan dengan label Psikologis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

Test Psikologi (Kokologi)


Kokologi (kokology test) adalah suatu permainan untuk mengetahui sifat serta karakter kamu. Ini sangat terkenal di Jepang. Kokologi secara harfiah berasal dari gabungan bahasa jepang (kokoro yang artinya adalah pikiran, semangat, perasaan) dan yunani (logia yang artinya adalah ilmu).



Kokologi merupakan permainan psikologi untuk menyingkap emosi dan tingkah laku seseorang. Fokus utama kokologi adalah menganalisis psikis terdalam seseorang dengan menggabungkan dua teori psikologi kenamaan, Freud dan Jung.


bimosuper.blogspot.com/2012/08/pengertian-kokologi.html

Kokologi diciptakan oleh ahli psikologi Jepang, Isamu Saito. Dia seorang profesor di Universitas Rissho dan Waseda yang terkenal di Jepang. Berikutnya adalah Tadahiko Nagao, pemimpin proyek kokologi yang ditemukan Isamu Saito. Buku tentang Kokologi telah terjual lebih dari empat juta eksemplar di Jepang.


Tips agar permainan kokologi menyenangkan (Isamu Saito):

1. Katakan hal pertama yang muncul di kepala anda.
2. Mainkan bersama orang lain.
3. Jangan berusaha mengira-ngira jawaban.
4. Jujurlah dengan diri sendiri.
5. Jangan membaca lembar jawaban lebih awal.
6. Lihatlah reaksi orang lain (termasuk diri sendiri).
7. Tetaplah berpikiran terbuka.


Di bawah ini kumpulan Tes Kokologi berikut analoginya:

14. Pot Bunga


More:





Read more ...

Minggu, 25 Agustus 2013

Risiko Memperlakukan Anak Seperti Teman



     Saat ini banyak pasangan baru menikah yang ingin menjadikan anak mereka kelak seperti seorang teman. Tujuan mereka memang tidak buruk, hubungan antara keduanya akan lebih akrab dan terbuka. Namun, model pengasuhan ini juga memiliki sisi negatif. Anak lebih sulit disiplin dan bandel.
     Psikolog klinis Profesor Tanya Byron dari Inggris mengatakan, anak-anak dapat berperilaku buruk bila orang tua takut untuk mendisiplinkannya. Membesarkan anak layaknya seorang teman, tentu membuat orangtua bukan lagi sosok yang harus dipatuhi. Anak tidak akan siap menghadapi dunia nyata.
     “Saya merawat anak-anak di klinik yang mengalami gangguan perilaku akibat metode pengasuhan tersebut. Anak-anak usia 6 tahun dibawa ke klinik saya lantaran orangtuanya cemas saat mencoba untuk mengatur. Mereka kawatir anak menjadi tertekan,” kata Profesor Byron, dikutip Daily Mail, Minggu (22/7).
     Menurutnya, anak-anak tersebut begitu terlindungi oleh orangtua yang takut mengecewakan mereka. Orangtua selalu berusaha agar anak tidak lepas dari jangkauan mereka sehingga kurang mendapatkan keterampilan hidup yang penting. Saat mereka menghadapi tantangan, anak akan kembali mengingat bagaimana nyamannya tinggal di rumah bersama orangtua.
     Hal yang sama diutarakan oleh Dr Mary Bousted, orangtua tidak terbiasa mengatakan ‘tidak boleh’ pada anak-anak mereka.
     “Orangtua tidak melakukan apapun karena ingin anak-anak mereka bahagia. Mereka akan mencoba membuat anak-anak berperilaku baik atau bahkan menebus kesalahan karena kurang perhatian dengan cara membelikan mainan atau gadget,” kata Dr Mary Bousted, Sekretaris Jenderal Association of Teachers and Lecturers di Inggris.
     Dr Bousted menegaskan, orangtua hendaknya punya kepercayaan diri dalam membuat aturan, memberikan tugas pada anak, mendorong mereka menjadi mandiri, dan berkembang menjadi orang dewasa yang tangguh. (dtk/mba)
Read more ...

Motivasi

Astronomi

Designed By Published.. Blogger Templates